Untuk menjawab pertanyaan apa itu major pairs kita perlu sedikit mundur untuk membuat penjelasannya lebih mudah difahami.

Trading itu artinya perdagangan. Perdagangan selalu ada dua arah, timbal balik. Ada penjual, ada pembeli. Ketika kita membeli beras, kita yang bertindak sebagai pembeli memiliki uang. Sementara si penjual memiliki beras. Saat transaksi terjadi, kita menyerahkan uang dan menerima beras. Sebaliknya si penjual menyerahkan beras dan menerima uang.

Semodern-modernnya trading Forex, prinsip dasarnya tetap saja perdagangan. Kalau kita mau menjual, harus ada orang lain yang membeli. Kalau kita mau membeli, harus ada orang lain yang menjual.

Pembedannya yang utama adalah “barang” yang dipertukarkan dalam transakksinya. Pada perdagangan Forex, yang dipertukarkan adalah mata uang dari negara yang berbeda.

Layaknya kita mau menukar uang di Money Changer saat akan bepergian ke luar negeri. Kita menukar (menjual) rupiah untuk mendapatkan (membeli) dolar dengan nilai yang setara. Dalam kasus ini kita membeli dolar dengan menjual rupiah. Dari sisi Money Changer tentu posisinya beda. Money Changer menjual dolar dengan membeli rupiah.

Dalam perdagangan forex kita mengenal “currency pair” alias pasangan mata uang yang merujuk pada dua mata uang berbeda yang dipertukarkan dalam transaksi yang terjadi. Untuk mempermudah, curency pair dipresentasikan dalam bentuk tiga huruf yang menyingkat masing-masing mata uang dipisahkan oleh garis miring.

Misalnya EUR/JPY untuk memperdagangkan mata uang Euro dan Yen Jepang, GBP/USD untuk memperdagangkan mata uang Pound Sterling Inggris dengan Dolar Amerika Serikat, atau USD/CHF untuk memperdagangkan mata uang Dolar Amerika dengan Franc Swiss misalnya.

Apa Itu Major Pairs?

Major pairs memperdagangkan 5 mata uang utama dunia yaitu Dolar Amerika Serikat (USD), Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), Pound Sterling Inggris (GBP), dan Franc Swiss (CHF). Kelima mata uang tersebut adalah bagian dari 7 mata uang yang paling banyak ditransaksikan di seluruh dunia pada tahun 2021 ini.

Kelima mata uang ini juga merupakan bagian dari The Group of 10 yang merupakan 10 mata uang yang paling banyak digunakan dalam perdagangan internasional. Di sisi lain kesepuluh mata uang dalam The Group of 10 ini juga merupakan mata uang yang paling banyak digunakan dalam transaksi spekulatif.

Tetapi meskipun melibatkan 5 mata uang, kombinasi yang dihasilkan diantara kelima mata uang itu hanya 4 currency pairs saja. Karena major pairs selalu melibatkan USD.

Sehingga yang masuk ke dalam kategori major pairs adalah EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dan USD/CHF.

Apakah EUR/GBP termasuk major pairs?

Tidak.

EUR/USD merupakan currency pair yang paling banyak diperdagangkah diseluruh dunia. 20 persen perdagangan Forex dunia terjadi pada pasangan mata uang ini.

Jauh di urutan kedua ada USD/JPY yang disusul GBP/USD.

Major pair yang paling sedikit diperdagangkan adalah USD/CHF.

Sebagian praktisi dan pakar traeing forex berpendapat bahwa pasangan antara USD dan 3 mata uang dunia lain seharusnya juga dimasukkan kedalam major pairs. Ketiga mata uang itu adalah Dolar Kanada (CAD), Dolar Australia (AUD), dan Dolar Selandia Baru (NZD).

Pasangan yang terbentuk menjadi USD/CAD, AUD/USD, dan NZD/AUD. Meakipun sejatinya ketiga currency pairs itu merupakan bagian dari commodity pairs. Penyebabnya adalah karena ketiga negara pengguna mata uang itu perekonomiannya disebut sebagai perekonomian yang dikendalikan oleh faktor komoditas.

Mengapa Trader Lebih Suka Memperdagangkan Major Pairs?

Volume yang besar cenderung menarik volume lebih besar lagi. Alasannya karena volume yang besar membuat spread antara harga bid dan harga ask lebih tipis. Dengan begitu potensi keuntungan jadi lebih besar. Volume perdagangan major pair cenderung lebih besar, artinya spreadnya lebih tipis sehingga potensi keuntungannya lebih besar.

Makin besar volumenya makin tipis spreadnya, makin besar pula potensi keuntunganya. Potensi keuntungan leboh besar jelas lebih menarik bagi trader Forex. Makin banyak trader bermain, makin besar lagi volume perdagangannya.

Begitu terus perputarannya.

Volume perdagangan yang besar membuat trader bisa keluar masuk perdagangan dengan mudah. Kapanpun dia mau menjual, kapanpun dia mau membeli, selalu ada lawannya. Pada currency pair dengan volume prdagangan rendah situasinya berbeda. Pada saat kita mau masuk dan ternyata tidak ada lawan, kita terpaksa harus menunggu.

Semakin besar uang yang kita bawa saat masuk ke dalam perdagangan currency pairs bervolume rendah, semakin sulit kita mendapat lawan.

Volume besar juga berarti banyak trader yang bermain di pasaran yang siap menjadi lawan. Artinya kemungkinan terjadi slippage jadi lebih kecil. Bukan berarti tidak mungkin terjadi, tapi kemungkinannya lebih kecil.