Ada berapa banyak sih indikator analisa teknikal itu? Banyaknya pake banget. Lagian selama orang masih trading, entah apapun yang di-trading-kan, selalu ada kemungkinan indikator-indikator baru akan terus bermunculan.

Berikut daftarnya. Kalau ada yang mengetahui indikator analisa teknikal yang belum masuk ke dalam daftar ini, kiranya bersedia untuk menambahkannya melalui komentar.

  1. Acceleration Bands (ABANDS)
  2. Accumulation / Distribution (AD)
  3. Average Directional Movement (ADX)
  4. Adaptive Moving Average (AMA)
  5. Absolute Price Oscillator (APO)
  6. Aroon (AR)
  7. Aroon Oscillator (ARO)
  8. Average True Range (ATR)
  9. Volume on the Ask (AVOL)
  10. Volume on the Bid and Ask (BAVOL)
  11. Bollinger Bands (BBANDS)
  12. Bar Value Area (BVA)
  13. Bid Volume (BVOL)
  14. Band Width (BW)
  15. Commodity Channel Index (CCI)
  16. Chande Momentum Oscillator (CMO)
  17. Double Exponential Moving Average (DEMA)
  18. Directional Movement Indicator (DMI)
  19. Exponential Moving Average (EMA)
  20. Fill Indicator (FILL)
  21. Ichimoku Kinko Hyo (ICH)
  22. Keltner Channel (KC)
  23. Linear Regression (LR)
  24. Linear Regression Angle (LRA)
  25. Linear Regression Intercept (LRI)
  26. Linear Regression Slope (LRM)
  27. Moving Average Convergence Divergence (MACD)
  28. Max (MAX)
  29. Money Flow Index (MFI)
  30. Midpoint (MIDPNT)
  31. Midprice (MIDPRC)
  32. Min (MIN)
  33. MinMax (MINMAX)
  34. Momentum (MOM)
  35. Normalized Average True Range (NATR)
  36. On Balance Volume (OBV)
  37. Price Channel (PC)
  38. PLOT (PLT)
  39. Percent Price Oscillator (PPO)
  40. Price Volume Trend (PVT)
  41. Rate of Change (ROC)
  42. Rate of Change 100 (ROC100)
  43. Rate of Change Percentage (ROCP)
  44. Rate of Change Rate (ROCR)
  45. Relative Strength Index (RSI)
  46. Session Volume (SVOL)
  47. Parabolic Stop and Reverse (SAR)
  48. Session Cumulative Ask (SAVOL)
  49. Session Cumulative Bid (SBVOL)
  50. Simple Moving Average (SMA)
  51. Standard Deviation (STDDEV)
  52. Stochastic (STOCH)
  53. Stochastic Fast (STOCHF)
  54. Triple Exponential Moving Average (T3)
  55. Triple Exponential Moving Average (TEMA)
  56. Triangular Moving Average (TRIMA)
  57. Triple Exponential Moving Average Oscillator (TRIX)
  58. Time Series Forecast (TSF)
  59. TT Cumulative Volume Delta (TT-CVD)
  60. Ultimate Oscillator (ULTOSC)
  61. Volume at Price (VAP)
  62. Volume (VOLUME)
  63. Volume Delta (VOL-D)
  64. Volume Weighted Average Price (VWAP)
  65. Williams %R (WILL-R)
  66. Weighted Moving Average (WMA)
  67. Welles Wilder’s Smoothing Average (WWS)

Untungnya tidak semua indikator itu harus digunakan pada saat kita trading. Biasanya masing-masing trader memiliki beberapa indikator favorit yang biasa digunakannya pada saat trading.

Saya sendiri dalam sekali trading biasanya hanya memakai dua indikator saja. Satu untuk mengambil keputusan, satu lagi untuk mengkonfirmasi keputusan itu sebelum transaksinya dieksekusi.

Apakah karena tidak dipergunakan artinya kita tidak perlu mempelajarinya? Perlu dong. Kalau tidak faham dengan baik dan benar, bagaimana kita bisa memilih indikator mana saja yang dijadikan pilihan untuk dimasukkan ke dalam “toolbox” trading kita?

Memang kenyataanya banyak trader, termasuk saya, tidak mempelajari dan memahami semua indikator yang ada untuk memilih mana yang paling cocok dengan gaya tradingnya. Saya sendiri hanya mempelajari belasan sebelum memutuskan beberapa yang saya masukkan ke dalam toolbox trading saya.

Dari sekian puluh indikator dalam daftar itu, ada berapa sih di dalam toolbox trading saya?

Hanya sedikit lebih dari jumlah jari sebelah tangan saja. Hanya 6.

Apa saja sih yang 6 itu?

(1) Bollinger Bands, (2) Moving Average, (3) Moving Average Convergence Divergence, (4) Ichimoku Kinko Hyo, (5) Relative Strength Index, dan (6) Volume.

Dari 6 itu mana yang paling sering dipakai?

MACD atau Ichimoku, dikonfirmasi Volume atau RSI. Masing-masing salah satu lho ya. Bukan semuanya. Misalnya MACD dikonfirmasi Volume.