Analisa potensi trading saham 12 Oktober 2021 berdasarkan rekomendasi beberapa analis sekuritas yang dilansir pagi ini.

Samuel Sekuritas

  • ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk.
  • INDY – PT Indika Energy Tbk.
  • DOID – PT Delta Dunia Makmur Tbk.

Artha Sekuritas

  • BBCA – PT Bank Central Asia Tbk.
  • UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk.
  • ISSP – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.
  • MEDC – Medco Energy Internasional Tbk.

Binaartha Sekuritas

  • ADRO – PT Adaro Energy Tbk.
  • BBNI – PT Bank Negara Indonesia Tbk.
  • BRPT – PT Barito Pacific Tbk.
  • EXCL – PT XL Axiata Tbk.

Pilarmas Investindo Sekuritas

  • LPPF – Matahari Departement Store Tbk.
  • TKIM – PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.
  • RALS – Ramayana Lestari Sentosa Tbk.

Hasil analisa teknikal saya sendiri dari daftar di atas, ada yang positif ada juga yang agak ngeflat bahkan negatif. Yang positif dari daftar di atas menurut analisa saya adalah:

  • ITMG
  • INDY
  • DOID
  • ISSP
  • MEDC
  • ADRO
  • BBNI
  • EXCL
  • RALS

Sekarang dari semua yang positif, mana yang paling kuat tingkat kepositifannya. Dari sisi saya, nggak mungkin juga ambil semua.

Berikut yang rencananya saya ambil pagi ini:

  • ADRO
  • BBNI
  • ITMG
  • INDY
  • DOID

Sentimen Penggerak Bursa Saham

Ada sejumlah kejadian yang berpotensi menggerakan harga saham. Ada yang secara eksternal menimbulkan gejolak sektoral, ada juga aksi korporasi yang berpotensi mempengaruhi harga saham emiten yang terlibat.

(1) Keluhan Wanda Hamidah yang merasa tertipu oleh perusahaan asuransi yang hanya memberikan pertanggungan jauh lebih kecil dari biaya yang diperlukan untuk operasi anaknya menuai reaksi masal. Meskipun Wanda menunjuk hidung secara spesifik nama perusahaan asuransi yang bermasalah dengannya, kejadian ini bisa memicu reaksi sektoral berupa menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan asuransi.

(2) Menyusul keluarnya investor korporasi Indika dan investor privateer Lo Kheng Hong dari perusahan pelayaran pengangkut batubara PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), tiga direksi dan lima komisaris perusahaan serentak mundur. Dua kejdian beruntun ini berpotensi mempengaruhi harga saham MBSS di pasar.

(3) Perusahaan tambang PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) yang dikendalikan Patrick Walujo dan Glenn Sagita melalui Grup Northstar menggelontorkan  110 juta dolar atau sekitar 1,56 trilyun rupiah untuk mengakuisisi pertambangan di Australia, Downer EDI Ltd. Dikabarkan anak perusahaan DOID, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) telah membayarkan deposit sebesar 16 juta dolar. Jelas berpotensi memicu sentiman positif baik pada BUMA maupun DOID.

(4) PT MNC Vision Network Tbk. (IPTV) yang dikendalikan taipan media Harry Tanoesoedobjo melalui Group MNC mengumumkan pembatalan merger antara anak usahanya PT Asia Vision Network dan Malacca Straits Acquisition Co. Ltd., sebuah shell company yang terdaftar di bursa saham Amerika Serikat, Nasdaq. Akankah berpengaruh pada saham IPTV atau malah merembet pada emiten-emiten di bawah Group MNC?

(5) Indonesia Financia Group yang merupakan penendali PT Bahana Sekuritas menunjuk seorang direktur baru pada perusahaan tersebut. IFG adalah holding dari perusahaan-perusahaan BUMN yang bergerak di sektor keuangan.

(6) Broker saham berkode CG bernaung di bawah kelompok usaha jasa keuangan berakala global Citi Group, PT Citigroup Sekuritas Indonesia dikabarkan akan menghentikan aktivitasnya melayani transaksi keuangan di bursa saham dalam negeri.

(7) Membengkaknya biaya pembagunan kereta cepat Jakarta – Bandung oleh konsorsium Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC) selain menyedot perhatian publik juga menarik perhatian Presiden Jokowi. Setelah menunjuk Menko Luhut menjadi ketua tim pengarah, Presiden Jokowi akhirnya juga menyalakan lampu hijau penyuntikan dana APBN untuk mnyelesaikan proyek tersebut. Apakah akan mempengaruhi emiten-emiten yang terlibat?

(8) Holding perusahaan-perusahaan BUMN yang bergerak di bidang asuransi dan penjaminan, Indonesia Financial.Group (IFG) mengumumkan bahwa perusahaan mencatatkan laba konsolidasi untuk semester pertama tahun 2021 sebesar 1,8 trilyun rupah, naik 178% secara year-on-year. Mendongkrak tingkat kepercayaan pada perusahaan-perusahaan asuransi dan penjaminan plat merah?

Lalu apa pilihan saham anda untuk ditransaksikan dalam trading saham hari ini? Apapun pilihan yang anda buat, pasti sudah melalui analisa mendalam baik dari sisi fundamental maupun teknikal, sehingga potensi keuntungannya tinggi sementara resikonya tetap terkendali. Semoga mencatatkan cuan di akhir hari.

Salam cuan!