IHSG yang sempat menyentuh ambang psikologis 6500 kemarin ternyata tidak sanggup bertahan sehingga ditutup menurun di akhir perdagangan. Apakah hari ini ada cukup sentiman positif untuk membuat IHSG kembali terangkat dan benar-benar menembus 6500? Layak kita tunggu dengan optimis, meskipun tantangan juga bejibun lho.

Salah satu berita besar adalah mulai pagi ini saham emiten PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) akan mulai diperdagangkan dengan harga baru setelah stock split di angka 1:5 sehingga jika kemarin-kemarin BBCA cenderung dihindari investor retail milenial karena untuk membeli satu lot saja diperlukan dana sekitar 3,6 jutaan, sekarang 1 lot saham BBCA bisa didapat kurang dari sejuta, sekitar 700 ribuan sekian lah.

Sepertinya saham BBCA akan bergairah pagi ini. Secara fundamental memang tidak ada yang berubah. BCA tetaplah BCA yang secara fundamental merupakan merupakan emiten blue chip papan atas. Tapi dengan harga saham yang lebih terjangkau, sepertinya akan memicu gairah mereka yang tadinya “nggak sanggup beli”, bukan karena alasan logis tapi lebih ke faktor emosional.

Rekomendasi dari sejumlah analis perusahaan sekuritas terkemuka adalah sebagai berikut:

NH Korindo Sekuritas

  • UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk.
  • PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
  • BBNI – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  • WIKA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

MNC Asset Management

  • JSMR – PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
  • PTPP – PT PP (Persero) Tbk.
  • PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
  • WIKA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Indosurya Bersinar Sekuritas

  • HMSP – PT Hanjaya Manda Sampoerna Tbk.
  • ASII – PT Astra International Tbk.
  • BBCA – PT Bank Central Asia Tbk.
  • UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk.

Samuel Sekuritas Indonesia

  • PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
  • WIKA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
  • PTBA – PT Bukit Asam Tbk.
  • JPFA – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Pilihan Saham Saya Hari Ini?

Soal sentiman pasar, pertama BBCA. Seperti saya sebut tadi, faktor emosional para pemain ritel milenial yang sebelumnya “nggak sanggup” beli BBCA sekarang jadi sanggup. Saya yakin banyak diantaranya yang akan mengabaikan faktor teknikal. Sementara kalau soal fundamental, saya kira kalau BBCA sih nggak perlu dianalisa lagi.

Kemudian melejitnya harga komoditas batubara di pasar dunia yang memaksa banyak kebutuhan energi yang selama ini dipenuhi oleh batu bara kemudian bergeser ke gas yang dengan harga sekarang jadi jauh lebih ekonomis. Dalam hal ini PGAS mendapat sentimen positif.

Yang ketiga meskipun dicibir sana sini oleh mereka yang fahampun tidak, WIKA sukses menjual ruas tol yang dikuasanya. Saya kira selain dia dapat dana segar untuk mendanai proyek-proyek lain, ini juga memberi keyakinan bahwa perusahaan memang mampu mengubah “asset diam” menjadi asset yang lebih likuid dengan menjualnya. Jejeran ruas-ruas lain yang siap jual mungkin akan terjual juga.

Jadi dari emiten-emiten yang disarankan diatas saya memilih BBCA, PGAS, WIKA, BBNI