Setelah menanjak di sesi pagi, kemarin IHSG akhirnya ditutup sedikit melemah di angka 6.632,972. Apakah optimisme untuk menembus level psikologis 6.700 sebelum pekan ini berakhir bisa terwujud? Mungkin agak sulit menjawabnya. Tetapi kita semua mungkin sudah cukup mengamati bahwa Jumat yang merupakan hari terakhir perdagangan dalam sepekan, pasar aktivitas pasar biasanya juga sedikit melandai.

Meskipun begitu ada beberapa hal yang dapat menjadi catatan dan mungkin akan mempengaruhi pergerakan harga di pasar. Apakah sentimen positif tersebut bisa bergulir seperti bola salju dan menggairahkan pasar sehingga IHSG bisa ditutup di atas angka 6.700?

Sentimen Pasar

Gugatan Pailit Garuda Ditolak

Maskapai penerbangan plat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, (GGIA) memang sudah cukup lama menunjukkan kinerja keuangan yang buruk dan terlilit hutang dalam jumlah raksaa. Sebetulnya bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan. Pandemi Covid-19 yang membuat pergerakan orang dibatasi membuat semua maskapai penerbangan mengalami persoalan serupa.

Pun demikian GGIA dihadapkan pada tuntutan pailit dari salah satu krediturnya, PT My Indo Airlines (MYIA) sehingga rencana restrukturisasi terhambat. Musababnya karena kalau sampai GGIA diputus pailit, apa gunanya lagi restrukturisasi. Alhasil kreditur-kreditur lain yang mengambil posisi siap memberi kelonggaranpun terpaksa menggantung langkah.

Kemarin gugatan itu ditolak Pengadilan Niaga, sehingga untuk sementara GGIA bisa sedikit bernafas lega dan fokus pada restrukturisasi utang yang menjadi kunci utama untuk memperbaiki kinerja keuangannya.

BCA Mencatatkan Laba Spektakuler

Sejak aksi pemecahan saham beberapa waktu lalu dinamika pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terasa datar-datar saja.  Kemarin BBCA merilis laporan yang menjukkan kinerja keuangan yang cukup impresif. Emiten bank dengan kapitalisasi terbesar di tanah air itu mencatatkan laba bersih sampai akhir kuartal keempat tahun ini, artinya per September 2021, sebesar 23,2 trilyun. Artinya secara year on year terjadi kenaikan sebesar 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 20 trilyun.

Sama-sama diukur YoY sampai akhir September 2021, indikator penting lain juga mencatat kenaikan signifikan. Penyaluran kredit baru naik 13,8% sementara pendanaan dari giro dan tabungan juga naik sebesar 21%.

Rencana Akuisisi Bank Mayora Oleh BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memang sudah lama mengungkapkan rencananya untuk meramaikan persaingan bank digital di tanah air. Meskipun demikian sejauh ini nampaknya rencana itu masih hanya sebatas rencana dan belum nampak ada pergerakan untuk mewujudkannya.

Baru-baru ini tersiar kabar santer bahwa BBNI sedang bersiap-siap untuk mencaplok Bank Mayora. Sepertinya langkah ini memang merupakan pola yang banyak dipilih bank-bank besar untuk masuk ke pasar bank digital. Alih-alih mentransformasi dirinya menjadi bank digital, mereka membeli bank yang lebih kecil untuk disulap menjadi bank digital. Langkah yang sama persis sudah diambil oleh BCA.

Diberitakan oleh CNBC Indonesia, Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengatakan “Deal-nya dalam proses kesepakatan antara pemilik lama dan kami,” tanpa mengungkap nama bank yang dimaksud. Meskipun demikian Royke juga tidak membantah ketika nama Bank Mayora disebut-sebut.

Lebih lanjut Royke juga menyebut bahwa BNI akan menggandeng perusahaan yang memiliki cukup pengalaman dari sisi teknologi. Apalah yang dimaksud adalah salah satu fintech terkemuka tanah air?

Kredivo Borong Saham Bank Bisnis

Perusahaan pembiayaan yang menguasai pangsa pasar cukup besar di ranah digital dengan brand Kredivo, PT FinAccel Teknologi Indonesia, mengambil alih kendali PT Bank Bisnis Indonesia Tbk. (BBSI) setelah meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 40% lewat pembelian 16% saham senilai 439,69 milyar Rupiah kemarin.

Peningkatan prosentase kepemilikan saham itu menjadikan PT FinAccel Teknologi Indonesia pemegang saham pengendali PT Bank Bisnis Indonesia Tbk. (BBSI).

BTN Membukukan Keuntungan

Bank BUMN plat merah yang berfokus pada pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), untuk periode 9 bulan pertama tahun 2021 ini membukukan laba bersih sebesar 1,51 trilyun Rupiah. Meskipun angkanya tidak sefantastis BCA, prosentase peningkatannya secara year-on-year dibandingkan tahun sebelumnya jauh lebih tinggi, 35,32%.

Metrodata Suntik Sayorbox

Menjawab pertanyaan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten teknologi PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) mengkonfirmasi bahwa fihaknya telah menyelesaikan proses investasi senilai 500.000 dolar pada startup digital Kulawarga Asia Pte. Ltd. yang bergerak di pasar tanah air dengan merk Sayurbox.

Perlu dicatat bahwa MTDL ini terafiliasi dengan Group Ciputra.

Lippo Berencana Gelar Right Issue Raksasa

Lippo Group, PT Multipolar Tbk,. (MLPL) mengumumkan rencananya untuk menambah modal melalui skema hak untuk memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang lebih dikenal sebagai “rights issue”.  Dalam aksi korporasi ini akan melepas sekitar 3 milyar saham baru yang nominal harga pelaksanaannya belum ditetapkan.

Perusahaan menyatakan bahwa aksi korporasi kali ini merupakan rights issue yang ke-7. Hasilnya akan digunakan untuk membayar utang perusahaan selain untuk pengembangan usaha.

Rekomendasi Saham

SF Sekuritas

  • KLBF – PT Kalbe Farma Tbk.
  • SSIA – Surya Semesta Internusa Tbk.
  • CENT – Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
  • BHMS – PT Bundamedik Tbk.

Indosurya Bersinar Sekuritas

  • TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
  • BBNI – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  • GGRM –  PT Gudang Garam Tbk.
  • AALI – PT Astra Agro Lestari Tbk.

MNC Asset Management

  • BRPT – PT Barito Pacific Tbk.
  • SRTG – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.
  • EMTK – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.
  • TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

NH Korindo Sekuritas

  • TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
  • MPPA – PT Matahari Putra Prima Tbk.
  • SIDO – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
  • MAPI – PT Mitra Adiperkasa Tbk.

Saham Pilihan Saya

Feeling saya perdagangan hari ini akan melemah, dan karenanya memilih sedikit saham yang saya kira sisa-sisa momentumnya masih ada. BBNI, BBYB, dan ARTO.